Gaji Ada, Hati Gelisah: Fenomena Krisis Karier dan Pencarian Jati Diri di Usia Dewasa

 
Gaji Ada, Hati Gelisah: Fenomena Krisis Karier dan Pencarian Jati Diri di Usia Dewasa
Sumber Gambar: Ilustrasi Laduni.id

Laduni.ID, Jakarta - Memasuki usia hampir 40 tahun, sebagian orang justru dihadapkan pada kegelisahan baru dalam hidupnya. Bukan tentang mimpi masa muda, melainkan soal pekerjaan, makna hidup, dan arah masa depan. Kondisi inilah yang dialami PR (inisial), seorang ayah muda dengan satu anak berusia dua tahun, yang tengah berada di persimpangan karier dan pencarian jati diri.

Dalam surat yang disampaikannya, PR menuturkan perjalanan kerja yang tidak singkat. Ia pernah bekerja di perusahaan asing dengan gaji besar, namun tekanan kerja membuatnya merasa tidak nyaman. Tiga tahun lalu, memilih pindah ke perusahaan swasta lain dengan bidang kerja yang sangat berbeda. Meski secara finansial menurun, awalnya merasa lebih tenang. Namun belakangan, lingkungan kerja kembali terasa tidak sehat. Atasan baru sering memojokkannya, memicu kegelisahan dan keinginan untuk kembali berpindah kerja.

Di titik ini, PR mulai mempertanyakan dirinya sendiri, apakah wajar di usia hampir 40 tahun masih mencari pekerjaan yang cocok? Apakah berpindah kerja adalah solusi, atau justru ada persoalan lain yang belum ia pahami?

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN