Adab Menyambut Jamaah Haji
Laduni.ID, Jakarta - Musim haji selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Jalan-jalan desa dipenuhi ucapan selamat datang, rumah jamaah ramai dikunjungi kerabat dan tetangga, sementara tradisi syukuran digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan dari Tanah Suci. Di berbagai daerah, kepulangan jamaah haji bahkan menjadi momentum besar yang menyatukan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar dalam suasana penuh kebahagiaan.
Tradisi ini bukan sekadar budaya turun-temurun, tetapi memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam. Menyambut jamaah haji sejatinya merupakan bentuk penghormatan kepada tamu Allah SWT yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima. Dalam tradisi Islam, kepulangan jamaah haji identik dengan doa, silaturahmi, serta harapan akan keberkahan dari ibadah yang telah mereka jalankan.
Namun di tengah perkembangan zaman, makna spiritual tersebut perlahan mulai mengalami pergeseran. Sebagian masyarakat kini lebih menonjolkan sisi seremonial dan simbol sosial daripada substansi ibadah hajinya sendiri. Tidak sedikit penyambutan jamaah haji yang berubah menjadi ajang gengsi, bahkan terkadang menghadirkan tekanan sosial bagi jamaah yang baru pulang dari Tanah Suci.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp75.000
Rp90.100
Rp262.650
Rp610.000
Memuat Komentar ...