28 Feb 2019 · 3.705 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Manakala aku diminta bicara soal fiqih kebahagiaan, yakni kebahagiaan kolektif (As-Sa'adah Al-Jamai'yyah) untuk Indonesia yang inklusif, maka aku bilang bahwa hal itu harus dibangun atas dasar ilmu pengetahuan dan keadilan. Ini sejalan dengan misi Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ
"Membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya."
Kegelapan adalah kebodohan dan kezaliman. Cahaya adalah ilmu pengetahuan dan keadilan. Abu Bakar Ar-Razi, seorang filsuf muslim besar, mengatakan: "Tujuan tertinggi untuk apa kita diciptakan dan kemana kita diarahkan, bukanlah memeroleh kesenangan-kesenangan fisik, melainkan pencapaian ilmu pengetahuan dan mempraktikkan keadilan."
Lalu Imam Al-Ghazali (w. 1111 M), Hujjatul Islam, sang argumentator Islam, menulis dalam bukunya, At-Tibr Al-Masbuk fi Nashihah Al-Muluk, sebagaimana berikut:
و
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+