DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di tengah perjalanan pulang, lagi-lagi santrinya mbah Arwani nggerundel di dalam hati, “Wah, tuan rumah ini kurang ajar sekali, masa Mbah Arwani tidak dikasih pesangon”
Diceritakan dalam kitab Mu'jamul Udaba' karya Yaqut al Hamawi, bahwa Abu Bakar Al Mubarok bin Al Mubarok bin Abil Azhar Adh Dhoriir (W 612 H) seorang ulama ahli nahwu yang digelari Al Wajiih. Beliau dikenal seorang yang indah ahlak dan perilakunya, lapang dada, penyabar dan tidak pemarah
Ini adalah sebuah kisah hikmah tentang kesabaran yang diajarkan dari kisah Nabi Ayub. Simak kisahnya di sini...
Manusia beragama tentu berharap hasil akhirnya adalah keselamatan menuju alam akhirat dan perjumpaannya dengan Sang Khaliq.
Pemilik akun Twitter Pecinta Damai (@sherpa701) merasa terenyuh dengan kesabaran anggota Banser bernama Eko, ketika mengalami persekusi dan dicap kafir oleh sekelompok orang.
Isteri Gus Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha' adalah "Neng" dari keluarga pesantren Sidogiri.
Di balik nama besar seorang Kiai Hamid Pasuruan, tersimpan kisah perjuangannya yang luar biasa. Salah satunya adalah perjuangan Kiai Hamid dalam membina keluarganya.
Setia itu sama dengan mau berkomitmen atas pilihannya. Entah itu pekerjaan, benda maupun pasangan. Lalu bagaimana para Istri Nabi yang dikenal akan kesetiannya?
Kisah ini berawal pada saat Gus Ma'sum mencari lahan di kampung daerah pegunungan yang akan di buat pondok.
Kesabaran Terletak Pada Kesempatan Awal Dalam Menghadapi Musibah
Firman Allah "Dan ingatlah hamba Kami Daud, yang memilii kekuatan dan kesabaran…."
Firman Allah "Dan ingatlah hamba Kami Daud, yang memilii kekuatan dan kesabaran…."
Ada satu kisah menarik yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam Kitab Manaqib As-Syafi'i. Kisah tersebut terkait cara Imam Syafi'i dalam mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.
Doa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada Allah dan kesabarannya dalam menghadapi gangguan orang-orang Munafik
Doa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada Allah dan kesabarannya dalam menghadapi gangguan orang-orang Munafik
Ilmu adalah pelita kehidupan, penuntun langkah menuju keberkahan dunia dan akhirat. Namun, meraih ilmu bukanlah perkara instan; diperlukan kesungguhan dan usaha yang berkelanjutan.
“Adab orang yang bertakziyah adalah 'merendahkan diri', menampakkan kesedihan, tidak banyak berbicara, dan tidak mengumbar senyum karena dapat menimbulkan rasa tidak suka.”
Hidup bagaikan samudra luas yang penuh gelombang. Ada yang terombang-ambing dalam arus keserakahan, ada yang tenggelam dalam ambisi tanpa ujung, dan ada pula yang memilih menepi, menanggalkan segala beban duniawi demi merenungi hakikat keberadaan.
Episode dua agama besar di atas, Kristen dan Islam, mengajarkan pada kita bahwa kesabaran adalah tonggak berdirinya sebuah peradaban dunia. Kesabaran memang sebuah pengorbanan, namun bukan berarti sebuah kekalahan untuk selamanya. Lewat kesabaran, kemenangan akan tiba.
Allah SWT memerintahkan kepada semua umat Islam untuk meneladani Rasulallah SAW dalam hal kesabaran, keteguhan, ribath (terikat dengan tugas, komitmen), dan kesungguhannya.
Pada akhirnya, keharmonisan rumah tangga adalah tujuan utama yang harus diusahakan. Namun, dengan cara pandang Gus Baha, setiap momen, baik yang manis maupun pahit, bisa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW sendiri menunjukkan bagaimana makruf itu bekerja dalam praktik. Beliau bercanda dengan istrinya, menjadi pendengar yang sabar, ikut terlibat dalam kesibukan mereka, bahkan membantu pekerjaan rumah. Beliau menjadikan rumah sebagai ruang aman, bukan tempat penuh tekanan.
"Meskipun ada banyak kode moral, akan tetapi dasar utamanya adalah cinta. Cintalah yang melahirkan harapan, kesabaran, ketabahan, toleransi dan semua moral baik. Penghormatan, toleransi dan berbuat baik, semua lahir dari cinta".
Salah satu pandangan utama yang selalu diungkapkan oleh Gus Dur dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu konflik dengan damai, adalah apabila di dalamnya dibarengi dengan kesabaran dan saling memaafkan.
Di dunia ini muncul berbagai kesusahan, musibah, masalah, bencana, kekhawatiran, krisis, penyakit dan sebagainya. Tetapi muncul satu pertanyaan; Apakah pantas kita mendeskripsikan dunia dengan sifat-sifat yang jelek itu?
Berbakti kepada orang tua, harus dipahami menyangkut sikap kita kepada mereka, yang tentunya berkaitan dengan soal kelembutan kata, kerendahan hati, kesabaran, dan kesadaran bahwa ridho Allah sangat bergantung pada ridho orang tua.