09 Mar 2019 · 27.778 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - Bait di atas mungkin tak asing di telinga kita, khususnya kalangan pesantren. Bait yang merupakan bagian dari rumus dari mempelajari ilmu gramatikal ini ternyata adalah Mahakarya Ulama' Nusantara, KH. Ma'shum Ali. Ulama' yang juga pengasuh pondok di Desa Seblak, Kecamatan Diwek inilah Sang Muallif (Pengarang) kitab yang menjadi rujukan hampir setiap pesantren bahkan sampai mancanegara. Kitab yang dikenal dengan "Tasrifan" ini membuat ilmu shorof yang terasa rumit begitu mudah karena disajikan dalam bentuk bait. Kitab mahakarya Menantu KH. Hasyim Asy'ari dari putrinya Khoiriyyah ini jika diteliti ternyata sistematika terdapat makna filosofi begitu tinggi.
Salah satunya filosofi tentang pendidikan karakter sebagaimana tertuang dalam fi’il tsulasi mujarrad seperti dalam enam kalimat awal setelah wazan فعل-يفعل Yakni نصر-ضرب-فتح-علم-حسن-حسب yang bermakna “Pada awalnya sang santri yang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+