16 Mar 2019 Β· 5.830 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Filosofi bilangan Jawa, dalam bahasa Indonesia:
21 Dua Puluh Satu,
22 Dua Puluh Dua... s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam Bahasa Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dan seterusnya; melainkan Selikur, Rolikur... sampai dengan Songo Likur.
Di sini terdapat satuan LIKUR, yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi), artinya duduk di kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya.
Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.
SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50. Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telung Puluh, Pata
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+