Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Pak Din dan Khilafah

31 Mar 2019 · 2.504 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Kurang ajar dan su'ul adab kalau saya meragukan kapasitas keilmun Prof. Sirajuddin Syamsuddin (Pak Din). Beliau guru besar politik Islam FISIP UIN Syarif Hidayatullah, lulusan UCLA, disertasinya tentang politik Islam berjudul “Religion and politics in Islam: The case of Muhammadiyah in Indonesia’s New Order.” Dari beliau, saya mengutip saripati dari kerangka teorinya untuk menjelaskan tiga tesis hubungan agama dan negara: integrated (kesatuan dīn-dawlah), sekularistik (agama tidak berurusan dengan politik), dan simbiotik (terpisah tetapi saling dukung). Kalau saya tidak salah baca, Pak Din mengikuti pandangan simbiotik. Pandangan ini adalah madzhab para juris klasik abad pertengah, seperti al-Mawardi dan al-Ghazali, yang berarti sama dengan pandangan NU.

Bertolak dari ini, mustahil Pak Din tidak bisa membedakan antara Khalīfah dan Khilâfah. Yang kadang membingungkan bukan paradigma pemikirannya, tetapi preferensi politik dan manuver politiknya. Manuvernya terlihat ketika merapat ke Jokowi dan menerima jabatan sebagai Utusan Kh

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →