02 Apr 2019 · 2.814 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Setelah Prof. Din Syamsuddin "meliuk-liuk" menjelaskan dengan memakai nomenklatur yang disebut "alaqah ma'nawiyah" antara khalifah dengan khilafah, selanjutnya Dr. Hamim Ilyas (Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah) menambahi dengan penjelasan, "Mengatakan bahwa dalam Al-Qur'an ada Khalifah tapi tidak ada khilafah itu seperti mengatakan di Indonesia ada presiden tapi tidak ada kepresidenan, dan ada ulama tapi tidak ada keulamaan. Jika pandangan yg dianut demikian, maka wajar jika di Indonesia ada ulama tanpa keulamaan."
Padahal sebetulnya simpel saja yang hendak kita, atau paling tidak, yang saya maksud, bahwa di Al Quran tidak ada redaksi khilafah, apalagi dengan konstruksi ala HT. Ya simpel itu saja, bukan kita mau menderivasikan dengan mentasrif kata dari khalifah. Kalau ditasrif, malah akan lebih banyak wazan lagi dengan beberapa sighat (fi'il madhi, mudhari, masdar, isim fail, maf'ul, amar, nahi, zaman, makan dan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+