16 May 2019 Β· 5.863 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Pada 11 Ramadhan, istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah meninggal. Di ujung hidupnya, sempat bercengkrama dengan sang suami. Mengemukakan komitmennya dalam mendukung perjuangan, kendati nyawa telah terpisah dari raga.
Saat Siti Khadijah sakit, berkatalah kepada Rasulullah bahwa sekarang dirinya tidak memiliki apa-apa lagi. “Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini,” kata Khadijah dengan suara lirih.
Selanjutnya, Khadijah mengemukakan seandainya dirinya telah meninggal, sedangkan perjuangan Nabi Muhammad belum selesai, kemudian hendak menyebrangi sebuah lautan maupun sungai dan tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka dipersilakan mengggali liang lahatnya.
“Engkau gali kuburku, kemudian ambillah tulang belulangku. Engkau jadikan jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu."
Demikian sekelumit kisah dari sosok Siti Khadijah yang ditulis dalam kitab Al-Busyra karya Syaikh Muhammad bin Alwi Al-Maliki.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+