28 May 2019 Β· 12.251 dibaca · Hikmah
Oleh: Habib Luthfi bin Yahya
Waktu mondok di Kedung Paruk Purwkerto. Di sana ada tukang kuli angkut bernama Darjo, pekerja kasar, ada beras ya ngangkut beras. Biasa setelah shalat subuh tidur sebentar jam 7 keluar kerja ke pasar rutin begitu sampai wafat.
Suatu ketika cucu Mbah Darjo meninggal. Orang tua anak itu ingin anaknya dimakamkan di dekat makam kakek-nya; Darjo. Terlebih di pemakaman itu banyak orang saleh, seperti ayahya Mbah Kiai Abdul Malik yaitu Kiai Ilyas.
Akhirnya kuburan pak Darjo dibongkar, setelah digali 1,5 m ternyata bambunya masih hijau, kain kafannya masih utuh, wangi luar biasa seperti baru dimakamkan beberapa jam, padahal beliau telah meninggal 9 tahunan.
Setelah kejadian itu saya menghadap ke guru saya Mbah Kiai Abdul Malik, maksudnya mau laporan. Mbah Kiai Abdul Malik sedang duduk santai di depan rumah, tersenyum melihat kedatangan saya.
Tiba-tiba mbah Malik bilang, "Pie Darjo mayite isih utuh; Darjo mayitnya masih utuh?"
Belum bicara Mbah Malik sudah menjelaskan. Kata beliau, &
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+