Singapura Tutup Sementara Bandaranya Akibat Penampakan Drone

 
Singapura Tutup Sementara Bandaranya Akibat Penampakan Drone

LADUNI.ID, Singapura - Pihak Bandara International Changi Singapura terpaksa menutup sementara satu landasan pacunya setelah sebuah drone terlihat terbang di kawasan bandar tersebut. Akibatnya, 38 penerbangan dilaporkan terganggu akibat insiden ini. Beberapa pendaratan pesawat tujuan Changi juga harus dialihkan ke bandara terdekat di Malaysia. Diketahui, bandara Changi merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia, harus menutup satu dari dua landasan pacunya antara pukul 23.00 malam, Selasa (18/6/2019), hingga pukul 09.00 pagi (19/6/2019) pagi. 

"Untuk memastikan keselamatan pesawat dan penumpang, pengoperasian satu landasan pacu terpaksa ditutup untuk sementara waktu" terang Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS).

Terkait hal tersebut, pemerintah Singapura telah mengerahkan Tim multi-agensi, Grup Bandara Changi dan Angkatan Bersenjata serta Kepolisian Singapura untuk melakukan pencarian. Hingga saat ini investigasi menyeluruh terkait insiden ini masih berlangsung. Hal tersebut dikarenakan kasus pengoperasian pesawat tak berawak menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan penerbangan. 

Disamping itu, insiden penerbangan drone tanpa izin telah menimbulkan gangguan di bandara di seluruh dunia. Contohnya, pada Desember tahun lalu, bandara Gatwick di London lumpuh selama tiga hari menjelang Natal dan sekitar 1.000 penerbangan dibatalkan setelah dilaporkan adanya penampakan drone di kawasan terlarang. Di Singapura, drone dilarang untuk diterbangkan tanpa izin dalam radius lima kilometer dari bandara. Pelanggar dapat diancam dengan hukuman penjara hingga 12 bulan dan denda hingga 20.000 dollar Singapura (sekitar Rp 208 juta).

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN