Konsultasi Psikologi: Mengajarkan Terima Kasih pada Anak

 
Konsultasi Psikologi: Mengajarkan Terima Kasih pada Anak

Selamat pagi….

Saya mau bertanya tentang bagaimana caranya agar anak bisa lebih bersyukur dan mudah untuk berterima kasih? Saya sudah berusaha memberikan apa yang anak inginkan, tapi seringkali anak tidak berterima kasih dan malah minta lebih. Terima kasih sebelumnya.

Jawaban:

Selamat pagi Bapak/Ibu

Terima kasih sudah bertanya kepada kami. Seorang anak yang tidak berterima kasih atau terlihat tidak bersyukur belum tentu anak yang tidak baik. Kita perlu tahu dulu apa gejala yang sebenarnya terjadi pada anak. Ada beberapa tanda yang bisa kita lihat, di antaranya: tidak sopan, iri, kurang menghargai, tidak puas, menuntut jadi perhatian, atau tidak peduli.  Walaupun tiap anak berbeda-beda tanda yang menyertainya, setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar anak berterima kasih dan bersyukur, antara lain:

Pertama, memberi contoh. Seorang anak cenderung akan mudah meniru perilaku orang tuanya. Oleh karena itu penting sekali kita memberi contoh seberapa sering kita berterima kasih atas pemberian orang lain? Atau seberapa sering kita mencontohkan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum atau sambil memeluk misalnya? Semakin sering kita memberi contoh tersebut, makin besar kemungkinannya anak untuk menirunya.

Kedua,  jangan sungkan untuk berterima kasih kepada anak. Pastikan bahwa kita menghargai apa yang anak lakukan. Dengan demikian, anak juga akan bisa meniru perilaku kita dan sekaligus anak merasa dihargai atas apa yang dilakukannya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN