25 Jul 2019 Β· 1.868 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Pertanyaan ini adalah salah satu titik tengkar al-Ghazali dengan filsuf Muslim Aristotelian seperti al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd. Ia juga tak khas persoalan Muslim. Di dunia Katolik abad pertengahan ada Thomas Aquinas yang amat dipengaruhi filsafat Aristoteles antara lain melalui tulisan-tulisan para filsuf Muslim itu. Tapi sebagai reaksi terhadap penyebaran filsafat Aristoteles di Eropa era medieval juga muncul Condemnations 1210-1277, yang dikeluarkan para uskup Paris untuk mengutuk sejumlah ajaran Aristoteles, menyatakannya sebagai bid'ah, dan mengekskomunikasi orang-orang yang menyebarkannya.
Pertanyaan itu adalah: apakah waktu (zaman) memiliki permulaan?
Untuk memahami rumitnya pertanyaan ini, mulailah dari proposisi dasar dalam teologi bahwa hanya ada dua, yakni (1) Pencipta (Khaliq), yang tak bermula atau eternal [dalam istilah Islam: qidam/azali], dan (2) yang diciptakan (makhluq), yang memiliki permulaan [dalam istilah Islam: hadits].
Kerumitannya begini:
(1) Jika dikatakan waktu itu tak bermula alias
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+