Soal Permulaan Waktu (Kajian Filsafat)
LADUNI.ID - Pertanyaan ini adalah salah satu titik tengkar al-Ghazali dengan filsuf Muslim Aristotelian seperti al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd. Ia juga tak khas persoalan Muslim. Di dunia Katolik abad pertengahan ada Thomas Aquinas yang amat dipengaruhi filsafat Aristoteles antara lain melalui tulisan-tulisan para filsuf Muslim itu. Tapi sebagai reaksi terhadap penyebaran filsafat Aristoteles di Eropa era medieval juga muncul Condemnations 1210-1277, yang dikeluarkan para uskup Paris untuk mengutuk sejumlah ajaran Aristoteles, menyatakannya sebagai bid'ah, dan mengekskomunikasi orang-orang yang menyebarkannya.
Pertanyaan itu adalah: apakah waktu (zaman) memiliki permulaan?
Untuk memahami rumitnya pertanyaan ini, mulailah dari proposisi dasar dalam teologi bahwa hanya ada dua, yakni (1) Pencipta (Khaliq), yang tak bermula atau eternal [dalam istilah Islam: qidam/azali], dan (2) yang diciptakan (makhluq), yang memiliki permulaan [dalam istilah Islam: hadits].
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp576.000
Rp296.000
Rp125.100
Rp85.000
Memuat Komentar ...