Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Kolom Gus Nadir: NU Pasca Wafatnya Mbah Maimoen

10 Aug 2019 · 1.854 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Usia KH Maimoen Zubair memang sudah sepuh. Sembilan puluh tahun adalah usia yang panjang. Namun tetap saja berita wafatnya beliau di tanah suci Mekkah menghentak kesadaran kita. Smartphone saya tak berhenti menerima pesan, baik lewat jalur pribadi maupun Whatsapp group, yang mengabarkan wafatnya Mustasyar PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) ini. Bahkan sejumlah sahabat non-Muslim pun menghubungi saya menyatakan dukanya atas kepergian Mbah Moen.

Beberapa detik saya terdiam membaca berita duka ini. Yang segera saya ingat adalah Gus Ghofur, sahabat saya, yang merupakan salah satu putra Mbah Moen. Saya segera mengirimkan ucapan duka dan doa kepada Gus Ghofur. Setelah itu saya kembali terdiam. Ingatan saya melayang pada peristiwa Muktamar NU di Jombang tahun 2015. Ada momen kecil antara saya dengan Mbah Moen.

Kala itu, ditemani Candra Malik (budayawan sufi) dan Muhlason (Rais Syuriah PCI NU Mesir), saya menuju kursi deretan depan tempat KH Ahmad Mustofa Bisri, sang pejabat Rais Am, duduk menjelang pembukaan Muktamar. Setelah menyalami dan berbinca

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →