30 Aug 2019 Β· 6.599 dibaca · Islam Nusantara
Oleh ABDUL GAFFAR KARIM
LADUNI.ID - Tahun 2004, KH A. Warits llyas, seorang kiai politisi yang sangat masterful dari Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, bersiap untuk kembali masuk ke Senayan Iewat pencalonan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sebelum memulai proses pencalonan, Kiai Warits (sapaat takdzim pada beliau KH A. Warits Ilyas) sowan kepada KH Maemoen Zubair di Sarang untuk mohon doa dan mohon restu dari Sang Kiai senior.
Saat menerima si tamu di rumahnya yang amat sederhana, Kiai Maemoen berkata pada Kiai Warits: "Ke pusat juga baik, tapi al afdlal (Iebih baik) Sumenep jangan ditinggal."
Kiai Warits lalu pulang, dan membatalkan rencana untuk kembali ke Senayan. Sesuai perintah halus Kiai Maemoen, beliau lalu mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sumenep. Masuk? Ya masuk. Sekaliber Kiai Warits, ditinggal ‘Ieyeh-leyeh’ juga masuk ke DPR, apalagi DPRD.
Kisah tentang ketaatan seorang ki
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+