Menggapai Ikhlas yang Sesungguhnya

 
Menggapai Ikhlas yang Sesungguhnya
Sumber Gambar: Wikipedia, Ilustrasi: laduni.ID

LADUNI.ID, Jakarta - Terdapat banyak penjelasan mengenai ikhlas. Ada yang berpendapat bahwa ikhals adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ada yang berpendapat bahwa ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada makhluk, dan berbagai penjelasan lainnya.

Akhlasha, yukhlishu, ikhlaashan.” Begitulah bunyi tashrifannya. Kata tersebut memiliki isim fa’ilmukhlisun’, sementara isim maf’ul-nya adalah ‘mukhlasun’. Di antara kedua isim ini (baca: mukhlis dan mukhlas) memiliki perbedaan.

Hal ini, ketika dikontekstulisasikan dengan firman Allah, saat iblis dendam kepada manusia karena gara-gara manusia, iblis diusir dari surga. Dia kemudian mengatakan sebuah perkataan yang direkam di dalam surat Shad ayat 82: dan 83

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ (٨٢)

82. Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (٨٣)

83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka [1305].

KH Buya Syakur Yasin pernah menjelaskan hal ini. Bahwa, orang yang

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN