28 Oct 2019 Β· 7.560 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Suatu pagi di kota Kediri, Gus Miek beserta Miftah (Garum, Blitar) berjalan-jalan dengan menaiki sepeda. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Gus Miek mengajak berhenti.
“Miftah, kamu nanti ikut bersalaman dengan orang itu,” katanya sambil menunjuk seorang pengemis yang sedang meminta-minta. Keduanya lalu menunggu. Setelah ada orang yang memberi, pengemis itu berdiri dan beranjak pergi.
Gus Miek kemudian mengucapkan salam, pengemis itu pun membalasnya.
“Lho, kok kamu, Gus?!” kata pengemis itu.
“Iya, Mbah,” sahut Gus Miek.
“Di sana lho, Gus, ada warung murah, tetapi masih ada yang lebih murah lagi,” kata pengemis itu.
“Iya, Mbah. Hanya itu saja Mbah?” Tanya Gus Miek.
“Iya, Gus” jawab pengemis itu sambil berlalu.
Setelah pengemis itu pergi, Gus Miek berkata kepada Miftah, “Tah, orang itu adalah orang yang terbalik.”
“Terbalik bagaimana, Gus?” tanya Miftah keheranan.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+