Wisata Religi dan Bertawassul di Makam KH. Ali Mustafa Yaqub, Ciputat

 
Wisata Religi dan Bertawassul di Makam KH. Ali Mustafa Yaqub, Ciputat

Biografi Singkat

KH. Ali Mustafa Yaqub adalah sosok kiai cerdas, tegas, dan berpenampilan sahaja, kemampuan hafalan hadits patut diperhitungkan hingga beliau dipercaya di anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, selain itu beliau juga memangku jabatan di Rais Syariyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. yang juga pengasuh di pesantren Darus Sunnah, Tangerang Selatan, merupakan sosok kelahiran desa Kemiri, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada tanggal 2 Maret tahun 1952. Ayah beliau bernama Yaqub dan Ibu beliau bernama Zulaikha. Beliau memiliki tujuh saudara, dari tujuh bersaudara tersebut, satu dari kakaknya yang bernama Ahmad Dahlan Nuri Yaqub mengikuti jejak ayahnya sama seperti beliau, dan sekarang kakaknya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam di Batang, Jawa Tengah.

Setelah belajar di SD dan SMP di desa tempat kelahirannya, beliau sebenarnya ingin melanjutkan ke pendidikan umum. Namun ayah beliau memasukkan beliau ke pesantren. Tepatnya di pesantren Seblak, Jombang, sampai tingkat Tsanawiyah. Yakni mulai tahun 1966 hingga 1969. Kemudian pada tahun 1969 hingga 1972 beliau melanjutkan nyantri-nya  di pesantren Tebuireng Jombang yang lokasinya tidak seberapa jauh dari pondok Seblak. Bahkan beliau sempat menimba ilmu di program studi syari’ah Universitas Hasyim Asy’ari Jombang dan selesai pada tahun 1975.

Tahun 1976 ia menuntut ilmu lagi di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, sampai tamat dengan mendapatkan ijazah license, 1980. Kemudian masih di kota yang sama ia melanjutkan lagi di Universitas King Saud, Jurusan Tafsir dan Hadis, sampai tamat dengan memperoleh ijazah Master, 1985. Tahun itu juga ia pulang ke tanah air dan kini mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah.

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yang aktif menulis ini, kini juga menjadi Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta, dan sejak Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk menjadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, setelah pendirinya KH. Achmad Sjaichu wafat 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).

Beliau melanjutkan jenjang doktoralnya pada tahun 2006 di universitas Nizamia Hyderabad India di bawah bimbingan M. Hasan Hitou, seorang Guru Besar Fiqih Islam dan Usul Fiqh universitas Kuwait serta Direktur lembaga studi Islam International di Frankfurt Jerman pada pertengahan tahun 2007. Bahkan Kiai Ali merupakan salah satu orang yang mendapatkan gelar profesor sebelum lulus ujian disertasinya

anggota Komisi Fatwa MUI Pusat

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/67694/biografi-singkat-kh-ali-mustafa-yaqub
Konten adalah milik dan hak cipta www.nu.or.id

 

 

Lokasi Makam KH. Ali Mustafa Yaqub
 

Makam KH Ali Mustafa Yaqub berada di belakang Masjid Muniroh Salamah, Madrasah Darus-Sunnah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan