10 Jan 2020 Β· 2.418 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan siap syahid demi pertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini seperti ditegaskan oleh Ketua PBNU Kiai Aqil Siraj, saat konferensi pers di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Senin (6/1) lalu.
“Dalam pandangan Nahdlatul Ulama sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan tanah air adalah fardhu ‘ain (wajib bagi setiap orang Islam). Dan barangsiapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid. Maka itu PBNU siap,” tegas Kiai Said Aqil Siradj.
Ketidaksungguhan Pemerintah, lanjut Kiai Said, dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya.
Padahal, Kiai Said mengatakan bahwa kedudukan laut sangat strategis sebagai basis pertahanan untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers.
&ld
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+