12 Jan 2021 Β· 23.178 dibaca · Pesantren
Bermula sekitar tahun 1952 salah seorang bernama H. Oesman di dukuh Winong Desa Gejlig Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan membaca situasi dan kondisi masyarakat yang minus secara ekonomi dan jiwa keagamaannya, karena merasa terpanggil hatinya, ditahun yang sama maka beliau berupaya membangun sebuah lingkungan yang bisa dikatakan layak dan bernuansa religius, padahal secara ekonomi H. Oesman belum mampu untuk merealisasikan hal tersebut, namun dengan jiwa perjuangan dan bekal sebidang tanah yang dimilikinya yang pada akhirnya diwakafkan untuk dibangun sebuah masjid dan majlis ta’lim untuk mendalami ilmu agama.
Perjalanan panjang H. Oesman akhirnya berlabuh pada sekian banyak keturunan keluarganya dalam rangka mengembangkan dan meneruskan keinginannya tersebut, sehingga pada tahun 1970 perjalanan berikutnya dilanjutkan oleh putra ke-13nya yaitu H. Arifin Oesman.H. Arifin Oesman berusaha melihat dari dekat situasi yang bisa dikatakan sangat memprihatinkan tersebut.
Keadaan yang semula jauh sekali
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+