Lintas Ziarah dan Bertawassul di Makam KH. Syarqawi Sumenep

 
Lintas Ziarah dan Bertawassul di Makam KH. Syarqawi Sumenep

Sekilas Biografi
Kyai Muhammad Syarqawi adalah ulama kharimatik dilahirkan dari Kota Kudus, Jawa Tengah, pada sekitar tahun 1250 Hijriyah, tepatnya di Kelurahan Kauman, ± 387 meter ke arah utara Masjid Menara Kudus. Beliau adalah pendiri dan pengasuh Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Sebelum Kyai Syarqawi menetap di Madura, beliau pernah menuntut ilmu di Tanah Hijaz dan beberapa tempat lain di Nusantara. Beliau bertemu Syaikh Abuddin alias Kyai Gemma bersama istrinya di Tanah Suci Makkah. Konon ibadah haji yang ditunaikan itu merupakan mahar pernikahan Kyai Gemma kepada Nyai Khadijah.

Ketika berada di Tanah Suci, si ulama asal Parenduan jatuh sakit. Ia merasa ajalnya sudah dekat, sehingga berpesanlah ia pada kawan barunya dari Kudus itu, agar beliau bersedia menikahi istrinya jika Allah berkenan memanggil-nya pulang saat berada di Tanah Suci. Ketika Kyai Gemma itu meninggal, maka Mohammad Syarqawi, si ulama muda asal Kudus itu, menikahi jandanya pasca ‘iddah dan kemudian turut pulang ke Parenduan.

Di desa inilah Kyai Syarqawi mendirikan sebuah pesantren kecil untuk memulai kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan. Tak lama berada di sana ia sudah dikenal sebagai ulama yang handal. Namun, beberapa tekanan sosial sedikit memaksa Kyai Syarqawi untuk memikirkan relokasi pesantrennya. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke arah utara, ke Desa Guluk-guluk.

Di Guluk-guluk Kyai Syarqawi memulai sebuah pesantren di area bekas sebuah kandang kuda. Pesantren itu bernama An-Nuqayah didirikan pada tahun 1887. Nama “An-Nuqayah” konon tercetus ketika pesantren ini menerapkan sistem klasikal, yaitu sekitar tahun 1933 yang diambil dari nama sebuah kitab karangan As-Suyuthi yang berisi 14 fan (cabang) ilmu pengetahuan. An-Nuqayah juga berarti bersih. Dengan demikian, diharapkan santri An-Nuqayah dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan berhati bersih.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN