Biografi KH. Dhofier Munawar

 
Biografi KH. Dhofier Munawar

Daftar Isi Profil KH. Dhofier Munawar

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mengabdi di Pesantren

Kelahiran

KH. Dhofier Munawar lahir pada 1923 lahir di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Wafat

KH. Dhofier Munawar wafat pada 10 Ramadlan 1405 atau bertepatan pada 30 Mei 1985. Beliau meninggal dunia saat ngaji pasaran kitab Tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Sukorejo yang beliau asuh.

Keluarga

KH. Dhofier Munawar melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Zainiyah As’ad. Buah dari pernikahannya, beliau karunia empat putri dan seorang putra, diantaranya, Qurratul Faizah, Tadzkirah (meninggal usia 6 tahun), Uswatun Hasanah, Umi Hani’, dan KH. R. Azaim Ibrahimy.

Pendidikan

KH. Dhofier Munawar memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Di pesantren ini, beliau digembleng sendiri oleh kakak iparnya, KH. Abdullah Sajjad yang menikah dengan Nyai Shafiyah. Di Guluk-Guluk beliau beliau belajar semua kitab-kitab tentang ilmu alat seperti nahwu dan sharraf.

Setelah selesai belajar di kakak iparnya, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Sidogiri, dibawah asuhan KH. Abdul Djalil. Di Pesantren Sidogiri ini, beliau pernah diangkat sebagai lurah  pondok pesantren. Menurut penuturan beberapa teman sejawat yang semasa nyantri di Sidogiri, beliau terkenal dengan kewara’an dan kealimannya. Bahkan beliau dikenal sebagai “Macan Sidogiri”. Banyak santri yang antri sorogan kitab kepada beliau di asramanya.

Setelah di Sidogiri, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, yang diasuh oleh KH. Ma'shum Lasem. Di Pesantren ini, beliau konon hanya untuk mencari barokah (tabarrukan) kepada KH. Ma'shum Lasem . Dan tidak beberapa lama kemudian, Kiai As’ad memanggilnya untuk membantu Pondok Pesantren Sukorejo.

Mengabdi di Pesantren

KH. Dhofier Munawar mengabdikan dirinya, untuk mengembangkan Pondok Pesantren Sukorejo dalam bidang keilmuan. Ia habiskan hari-harinya, untuk mengajar mulai dari kitab yang kecil sampai yang besar. Di antaranya kitab Taqrib, Zubat, Taqrir, Kifayatul Ahyar, Iqna’, Fathul Wahab, dan Tafsir Jalalain. Beliau juga mengarang kitab “Syaribatus Saiqah” dan buku “Leluhur KH. R. As’ad Syamsul Arifin”.