19 Mar 2020 · 3.785 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Makasar - NU lahir dan berkembang menempatkan diri sebagai penjaga keutuhan NKRI dan pengembang Islam Ahlussunnah wal jama’ah. Saat ini dihadapkan pada kondisi yang kompleks karena tantangan ideologi, tantangan mewujudkan kesejahteraan warga NU, tantangan keutuhan organisasi, dan tantangan mengelola bakat generasi muda NU yang semakin beragam.
Generasi muda yang sering kita sebut generasi milenial lahir di era digital dengan perkembang begitu pesat, dimana pola pikir milenial sangat terbuka, lebih individualis dan lebih tertarik kepada sesuatu yang baru apa lagi tentang pemahaman agama.
Sehingga begitu banyak Generasi milenial yang tertarik belajar agama melalui media sosial, seperti postingan-postingan di facebook, twitter dan youtube tanpa mengetahui sumbernya.
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisirnya ialah memperbanyak tabayun. Tradisi tabayun perlu manjadi bagian perilaku milenial agar tidak terjebak dengan berita, informasi, gambar, video yang belum tentu kebenarannya.
Proses tabayun m
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+