Tidak Ada Kenikmatan tanpa Perjuangan

 
Tidak Ada Kenikmatan tanpa Perjuangan

LADUNI.ID, Jakarta - Mungkin kita teringat apa yang dikatakan Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, yaitu:

  • 1) Siapa yang mengurusi NU maka saya anggap santriku;
  • 2) Siapa yang jadi santriku maka akan saya doakan husnul khatimah beserta keluarganya.

Yang perlu dikupas adalah istilah:

  • 1) Mengurusi NU;
  • 2) Menjadi santri Hadratussyeikh;
  • 3) Doa husnul khatimah oleh Hadratussyeikh.

***

Mengurusi NU

Mengurusi NU itu artinya luas, bukan hanya menjadi "pengurus satruktural NU" saja, tapi menjadi warga NU yang peduli dengan keberadaan NU, apakah dia itu warga nahdliyin biasa, santri non pesantren, santri pondok pesantren, kiai kampung, kiai langgar, mahasiswa NU, pelajar, pemuda, pegiat dan sebagainya.

Hanya Allah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi" NU, walau tak tercatat dalam daftar nama di SK kepengurusan NU, baik kepengurusan PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, PRNU, PARNU ataupun Banom NU maupun Lembaga NU.

Jadi jangan merasa terlepas dengan NU, jangan merasa bukan golongan "yang mengurusi NU" hanya karena nama kita tidak terdaftar dalam SK legal formal kepengurusan NU di berbagai tingkatan.

Hanya Allahlah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi NU" walau dengan samar, menyamar dan tidak terkenal.

Menjadi Santri Hadratussyeikh

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN