25 Jun 2020 ยท 6.435 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta – Tidak banyak yang percaya bahwa saya dulunya bertubuh kurus, tinggi, berkulit hitam, dan berkumis. Penampilan saya saat itu jauh dari kesan menarik, bahkan sering jadi bahan olok-olok di kalangan teman pondok. Namun dari pengalaman inilah, saya justru menemukan makna dalam pelajaran bahasa Arab dan spiritualitas.
Saya pernah dibandingkan dengan sosok makhluk dalam syair Arab klasik yang dipelajari dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik, khususnya dalam bab Isim Maushul. Syair tersebut berbunyi:
ุจูููููุชู ุนูู ุณูุฑูุจู ุงููููุทูุง ุฅุฐู ู ูุฑูุฑููู ุจูู • ููููููุชู ููู ูุซูููู ุจูุงููุจูููุงุกู ุฌูุฏูููููุฑู
Aku menangis ketika melihat rombongan burung Qatha berlalu di depanku. Aku berkata, orang sepertiku memang layak menangis.
ุฃูุณูุฑูุจู ุงููููุทูุง ูููู ู ููู ููุนูููุฑู ุฌูููุงุญูููู • ููุนููููู ุฅูููู ู ููู ููููุฏู ูููููููุชู ุฃูุทููููุฑู
Wahai burung-burung Qatha, adakah di antara kalian yang bersedia meminjamkan sayap? Agar aku bisa
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+