16 Oct 2021 · 56.018 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta – Para ulama terdahulu sangat dekat dengan sastra Arab, sya’ir, qasidah, dan sebagainya. Hal itu sebabkan karena para ulama tidak ingin menyisakan waktu kosong bagi kegiatan yang tak bermanfaat. Sehingga para ulama sangat dekat dengan sastra Arab.
KH Abdul Wahab Hasbullah, seorang yang cerdas, organisatoris, salah satu pendiri Nahdlatul ulama pernah mengutip bait sya’ir berbahar thawil yang berbunyi:
Idzaa lam yakun naf’un lidzil ilmu wal hijaa, famaa huwa baynan naasi illaa kajaahili
Kadzaaka idzaa lam yanfa’il mar’u ghoirohu, yu’addu kasyaukin bayna zahril chamaayili
“Jika orang berilmu tidak bisa memberi manfaat bagi orang lain, maka keberadaannya sama halnya dengan orang bodoh.
Begitu pula bila seseorang tidak bermanfaat bagi orang lain, maka ia bagaikan duri di antara bunga mawar.”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+