Hukum Menonton Flim Porno Menurut Prof. Habib Quraish Shihab

 
Hukum Menonton Flim Porno Menurut Prof. Habib Quraish Shihab

LADUNI.ID, Jakarta – Tulisan ini merupakan tanya jawab dari 101 persoalan perempuan yang tulis oleh Prof. Habib Quraish Shihab. Di dalam tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana hukum menonton flim porno dalam pandangan Prof. Habib Quraish Shihab.

***

Suami saya terbukti menyimpan flim porno di komputernya. Apakah menonton flim porno itu haram dalam Islam?

Karina, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pancoran Jakarta.

Islam menghendaki dari umatnya agar menjadi manusia yang utuh; jasmani, rohani dan akal. Dari sini lahir aneka tuntunan, berkaitan dengan ketiga aspek itu. Islam tidak mengekang nafsu atau mengeyahkannya, tetapi diakui dan diarahkannya sehingga seseorang mampu menjadikan manusia, bukan malaikat tapi dalam saat yang sama bukan hewan. Karena itu, misalnya, Islam tidak melarang membua mata, tetapi yang dilarang adalah menahan sebagian pandangan (QS. an-Nur 24:30).

Birahi tidak pernah puas, kenyataannya menunjukan bahwa semakin diperturutkan, ia semakin menjadi-jadi, serupa dengan menggaruk eksim, semakin digaruk semakin enak, tetapi akhirnya luka meradang.

Dalam konteks inilah datang pengaturan Islam, baik dalam bidang ketetapan hukum maupun anjuran moral. Kesemuanya mempertimbangkan kemaslahatan individu dan kemaslahat pihak lain, baik perorangan maupun kolektif atau masyarakat. Pengaturan tersebut, antara lain, berupa ketetapan tentang aurat bagi lelaki maupun perempuan, yang tidak boleh dilihat oleh pihak lain, kecuali suami atau istri dan dalam batas-batas tertentu oleh mahram.

Dakan konteks itu juga Islam sangat membenci ucapan-ucapan vulgar. Pada masa Nabi Saw ada seorang yang beliau perintahkan keluar rumah beliau, bahkan mengasingkannya keluar kota Madinah karena ucapan vulgar yang diucapkannya menyangkut keindahan tubuh seorang perempuan (HR. Abu Daud).

Nah, kalau ucapan saja tidak direstui, maka tentu lebih-lebih mempertontonkan atau menonton flim-flim vulgar yang diperagakan oleh manusia, kendati pelakunya tidak dikenal oleh yang menonton. Kita tidak bisa berkata bahwa” “itu hanya flim/gambar” karena semua juga mengetahui bahwa pengaruh flim/gambar hidup, jauh lebih dalam dan berkesan ketimbang ucapan.

Atas dasar itu, tanpa ragu kita dapat berkata bahwa menonton flim vulgar tidak direstui oleh agama Islam. Dengan kata lain, haram. Perlu ditambahkan bahwa “menilainya haram dan menontonnya” lebih sedikit keburukannya daripada “menonton dan menganggapnya boleh”. Demikian, wa Allah A’lam.

Sumber: M. Quraish Shihab. M. Quraish Shihab​ Menjawab 101 Soal Perempuan Yang Patut Anda Ketahui. Ciputat Tanggerang: Lentera Hati, 2011.