25 Nov 2020 · 2.479 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat besar, Ibn 'Abbas (w. 68 H), mengisahkan tentang Kanjeng Nabi yang memiliki kebiasaan meng-qashar salat saat dalam perjalanan. Hadis ini termuat dalam Sahih Bukhari, nomor 1056. Cara Imam Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan hadis ini unik, tidak seperti biasanya. Ia menulis: "Dan Ibrahim ibn Thahman berkata..." (Wa qala; bukan "haddatsana" atau "akhbarana" seperti biasanya).
Ini adalah salah satu contoh dari "mu'allaqat al-Bukhari", yakni hadis-hadis yang diriwayatkan secara "mu'allaq" oleh Imam Bukhari; yaitu, ada satu, dua atau lebih nama rawi yang tidak disebutkan di awal sanad secara berturut-turut.
Keterangan selingan: pada umumnya, hadis mu'allaq dianggap lemah dan karena itu harus ditolak (mardud). Ia tak memenuhi syarat penting dalam hadis yang sahih atau valid, yaitu "ittishal al-sanad", yakni, sanad yang bersambung, tanpa putus, dari awal sampai akhir sanad, yaitu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+