31 Dec 2020 · 3.742 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Dalam sebuah kesempatan seminar (25/12/20), melalui Zoom, aku diminta bicara soal musik dan nyanyian oleh mahasiswa Perguruan Islam Mathali'ul Falah, Kajen, Margoyoso, Pati.
Aku memulai dengan bercerita tentang Gus Dur. Maklum saat itu adalah bulan Desember, bulan yang identik dengan Gus Dur, karena pada bulan itu beliau berpulang ke haribaan Allah SWT.
Gus Dur adalah sosok kyai dan ulama. Sebagian orang bahkan menyebutnya wali, atau kekasih Tuhan, sebagaimana Walisongo. Tetapi berbeda dengan kebanyakan ulama, Gus Dur sangat senang mendengarkan musik klasik, gubahan para maestro musik klasik dunia seperti Beethoven, Mozart, Chopin, Bach, Tchaicovsky dan lain-lain. Bila malam-malam sendirian, karena tak ada lagi tamu, beliau memutar kaset berisi musik klasik tersebut, sambil duduk di atas kursi.
Gus Dur sehati dan mengikuti jejak pikiran Imam Al-Ghazali. Sang Hujjatul Islam ini berbeda dengan ulama tekstualis konservatif radikal yang mengharamkan musik. Imam Al-G
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+