Perdebatan Soal Rezeki Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i

 
Perdebatan Soal Rezeki Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i

LADUNI.ID, Jakarta - Imam Malik (Guru Imam Syafi'i) dalam majelis pernah menyampaikan bahwa sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan memberikan rezeki.

"Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya"

Sementara Imam Syafi'i (sang murid berpendapat lain), bahwa seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.

Guru dan murid ini pun bersikukuh pada pendapatnya masing-masing.

Hingga suatu saat Imam Syafi'i bepergian keluar pondok, Imam Syafi'i melihat orang sedang memanen Anggur, diapun membantu mereka.

Setelah pekerjaan selesai. Imam Syafi'i memperoleh imbalan beberapa ikat anggur. Imam Syafi'i girang, namun bukan karena mendapatkan anggur, melainkan pemberian itu telah menguatkan pendapatnya.

Bergegas Imam Syafi'i menjumpai Imam Malik. Sambil memberikan oleh-oleh Anggur itu kepada Gurunya seraya berkata:

“Seandainya saya tidak keluar pondok dan membantu memanen, tentu saja anggur ini tidak akan pernah sampai ditangan saya.”

  • Baca juga: 

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN