Biografi Nyai Asmah Sjachrunie

 
Biografi Nyai Asmah Sjachrunie

Daftar Isi Profil Asmah Sjachrunie

  1. Kelahiran
  2. Peranan di Nahdlatul Ulama
  3. Aktif di Politik
  4. Karier
  5. Melawan Penjajah

Kelahiran

Asmah Sjachrunie lahir pada 28 Februari 1928, di Rantau, Kalimantan Selatan.

Peranan di Nahdlatul Ulama

Di Nahdlatul Ulama, Asmah terlibat aktif dalam Konsulat NU wilayah Kalimantan Selatan. Ia aktif sejak tahun 1952 dalam naungan Nahdlatoel Oelama Muslimat (NOM) yang sekarang dikenal dengan Muslimat NU di Kalimantan Selatan. Dan selama tiga kali berturut-turut juga, beliau menjadi ketua umum Muslimat.

Aktif di Politik

Aktivitasnya di NU inilah, yang mengantarkannya menjadi politisi di parlemen. Ia terpilih menjadi anggota parlemen dari dapil Kalimantan Selatan dengan nomor anggota 239.

Karier

Sejak muda ia telah aktif dalam kegiatan sosial. Lulusan Kjoin Joseidjo itu, terlibat dalam dunia pendidikan sejak era Jepang. Mulai dari menjadi guru bantu di Futsu Tjo Gakko di Rantau I, hingga dipercaya menjadi Wakil Kepala Futsu Tjo Gakko di Rantau III. 

Aktivitas Asmah di dunia pendidikan terus berlanjut saat Indonesia telah merdeka. Ia tercatat ikut membantu mengajar di Sekolah Rakyat VI, mulai Rantau III, Batu Kulur Kandangan sampai Ulin Kandangan. Aktivitas mengajar ini, berlangsung hingga 1954.

Melawan Penjajah

Selain berkecimpung di dunia pendidikan, Asmah juga aktif dalam dunia militer. Di era Jepang, ia ikut dalam barisan Fujinkai (para militer perempuan). Sedangkan di era kemerdekaan, tepatnya tahun 1948-1949, ia juga tercatat sebagai anggota Angkatan Laut Republik Indonesia. Meski saat itu, ALRI belum menjadi kesatuan yang resmi.