27 May 2021 · 3.081 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID Jakarta - Malam ini, saat langit di atas rumahku tertutup awan kelabu diiringi suara gaduh-gemuruh, dan suasana di luar telah menjadi sepi, aku membaca lagi al-Hikam Ibn Athaillah al-Sakandari. Pada hikmah ke 182 kitab ini menyebutkan :
تَسْبِقُ اَنْوَارُ الْحُكَمَاءِ أَقْوَالَهُمْ فَحَيْثُ صَارَ التَّنْوِيْرُ وَصَلَ التَّعْبِيْرُ
“Cahaya orang-orang bijak bestari mendahului kata-katanya. Maka ketika batin telah tercerahkan, kata-kata mereka sampai (ke lubuk hati pendengarnya)”.
Baca Juga: Belajar Lima Rahasia Politik Ala Gus Dur
Salah seorang pensyarah (komentator) hikmah ini mengatakan :
أَنَّ الْعَارِفِينَ بِالله تَعَالَى اَلْمُعَبَّرُ عَنْهُمْ بِالْحُكَمَاءِ إِذَا أَرَادُوْا إِرْشَادَ عِبَادِ اللهِ تَوَجَّهُوا إِلَى اللهِ بِقُلُوْبِهِمْ فِي هِدَايَتِهِمْ وَاسْتِعْدَادِهِمْ لِقَبُوْلِ مَا يَرِد
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+