Memahami Konteks Anjuran Tabayyun
Laduni.ID, Jakarta - Bagaimanakah sebenarnya konteks kita wajib tabayyun dan tidak perlu tabayyun? Mari kita membahasnya satu persatu.
1. Wajib Tabayyun
Seseorang diwajibkan tabayyun ketika mendengar pernyataan tidak langsung, dalam arti misalnya Anda mendengar bahwa si B berbicara begini dan begitu tetapi Anda tidak mendengarnya langsung, namun melalui penuturan si A. Maka, sebelum mengambil keputusan atau kesimpulan, anda wajib bertabayyun ke si B dulu apa betul dia berkata demikian dan maksudnya seperti penuturan si A. Kasus seperti inilah yang melatarbelakangi turunnya surat Al-Hujurat ayat 6 yang terkenal itu.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp319.000
Rp357.000
Rp223.200
Rp119.320
Memuat Komentar ...