Biografi Imam Alwi Al-Ghuyur

 
Biografi Imam Alwi Al-Ghuyur
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Daftar isi Biografi Imam Alwi Al-Ghuyur

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir
1.2       Nasab
1.3       Wafat

2.         Pendidikan
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru

3.         Teladan
3.1       Penolong

4.         Karomah

5.         Julukan

6.         Referensi

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir

Imam Alwi Al-Ghuyur lahir di Kota Tarim dan dibesarkan di kota tersebut.

1.2       Nasab

  1. Alwi Al-Ghuyur
  2. Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad
  3. Ali - Muhammad Shohib Mirbath
  4.  Ali Khali’ Qasam
  5. Alwi - Muhammad
  6. Alwi
  7. Ubaidillah
  8.  Ahmad Al-Muhajir
  9.  Isa Ar-Rumi
  10.  Muhammad An-Naqib
  11.  Ali Al-’Uraidhi
  12.  Ja’far Ash-Shodiq
  13.  Muhammad Al-Baqir
  14.  Ali Zainal Abidin
  15.  Husain
  16. Ali bin Abi Thalib bin
  17. Fatimah Az-Zahro binti
  18. Nabi Muhammad SAW. 

1.3       Wafat

Imam Alwi Al-Ghuyur wafat pada hari Jumat, 12 Zulkaidah 669 Hijri. Jasadnya disemayamkan di makam Zanbal, Tarim, di sebelah timur makam ayahandanya.

2.        Pendidikan
2.1      Masa Menuntut Ilmu

Beliau dididik langsung oleh ayahnya. Beliau mengambil dari ayahnya berbagai macam ilmu dan pengetahuan. Beliau juga menempuh jalan ayahnya, baik secara syariah, thariqah maupun haqiqah. Ibu beliau adalah Hababah Zainab binti Ahmad bin Muhammad Shahib Mirbath, seorang wanita yang termasuk al-’arif billah.

2.2       Guru

  1. Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad (Ayah)

3.         Teladan
3.1       Penolong

Beliau, Al-Imam Alwi Al-ghuyur, seorang yang cepat memberikan pertolongan bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan. As-Sayyid Al-Allamah Al-Imam Muhammad bin Alwi Al-Khirid Ba’alawy berkata di dalam kitabnya Al-Ghurar, “Mengabarkan kepadaku Asy-Syekh Abdurrahman bin Ali bahwa para al-’arif billah berkata, ‘Ada 3 orang dari keluarga Bani Alawy yang senantiasa semangatnya terpelihara. Sifatnya yang merespon pertolongan dengan cepat selalu semakin baik dan terjaga. Seorang yang meminta pertolongan kepada mereka, selalu cepat mereka bantu. Mereka adalah Alwi Al-Ghuyur, dan anaknya yaitu Ali, serta Asy-Syekh Umar Al-Muhdhor.’ “

4.         Karomah

Beliau mempunyai banyak karamah. Salah satunya, jika ia berkata mengenai sesuatu, “Kun! (Jadilah!)”, maka jadilah sesuatu seperti yang dikehendakinya, dengan seizin Allah SWT. Wajar jika banyak ulama besar dan aulia di zamannya yang menukil ucapan-ucapannya. Ia juga mampu mengenali orang-orang yang celaka dan bahagia. Ia dapat mengetahui siapa yang bernasib baik, dan siapa yang bernasib buruk, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Takutlah kalian kapada firasat seorang mukmin. Sesungguhnya seorang mukmin dapat melihat dengan cahaya Allah.”

5.         Julukan

Beliau dijuluki dengan Al-Ghuyur (yang cemburu), yaitu yang cemburu atas namanya. Hal ini dikarenakan tidak ada seorang pun dari keluarga Bani Alawy di jaman beliau yang bernama Alwi. Jika ada seseorang yang berniat memberi nama Alwi, pasti beliau akan tercegah untuk menamakan dengan nama itu, sehingga memberikan nama lain.

6.         Referensi

Disarikan dari Syarh Al-Ainiyyah, Nadzm Sayyidina Al-Habib Al-Qutub Abdullah bin Alwi Alhaddad Ba’alawy, karya Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zain Alhabsyi Ba’alawy, dan Alawiyin, Asal Usul & Peranannya, karya Alwi Ibnu Ahmad Bilfaqih, dikutip dari Majalah Al kisah No. 01/tahun IV/2-15 januari 2006.

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya