DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Laduni.ID Jakarta - Al Kholal menerbitkannya dalam kitab As sunnah dan menambahi di dalamnya setelah perkataan: " dan matahari seperti telah terbenam, lalu mereka berkata kepadanya
Laduni.ID Jakarta - Abu 'ubaid menerbitkan dalam kitab Fadloilul Qur'an dengan sanadnya dari Ibnu Mas'ud berkata : " Sesungguhnya mayyit ketika meninggal
Allah SWT telah menjanjikan kepada orang mukmin yang beramal shaleh, mereka akan mendapatkan pahala tanpa putus. Hal ini sebagaimana yang telah tertuang dalam QS. Fushilat ayat 8
Seandainya kita diberi rezeki yang sangat melimpah dengan kekayaan yang ada di alam semesta ini untuk membalas jasa Rasulullah SAW, tentu itu semua belum ada artinya.
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih disukai untuk beramal sholeh di dalamnya daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka perbanyaklah pada hari-hari tersebut membaca tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad).
Jadi, iman itu tidak hanya terwujud dalam bentuk ibadah ritual semata, melainkan juga dalam kepedulian terhadap sesama. Dengan kata lain, keimanan dan kepeduliaan sosial adalah dua hal yang saling terkait dan terikat.
“Amal dan niat sholeh akan menyebabkan timbulnya kewibawaan pada diri seseorang. Ia akan tampak beda dengan orang lain, ucapannya didengar dan bermanfaat. Sebaliknya, amal dan niat buruk akan menyebabkan pelakunya diselimuti kegelapan.”
Jadi para sahabat mengajarkan bertawassul kepada Rasulullah SAW setelah beliau wafat. Bahkan ada yang bertawassul di makam Rasulullah SAW seperti Bilal bin Harits Al-Muzani, atau di tempat lain seperti yang diajarkan oleh Utsman bin Hunaif.
Ada tiga prinsip kehidupan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya dalam menghadapai lika-liku kehidupan.
Kebaikan atau keburukan yang kita lakukan pada seseorang sudah pasti dirasakan pengaruh dan dampaknya oleh orang lain itu. Akan tetapi, keburukan atau kebaikan yang kita lakukan pada orang lain, itu sesungguhnya adalah kebaikan atau keburukan yang kita lakukan untuk diri sendiri juga.
Kita bisa mengambil pelajaran dari generasi orang-orang sholeh terdahulu, bahwa ikhtiar mereka dalam bersungguh-sungguh membaca dan mempelajari Al-Qur’an sejak sebelum memasuki bulan suci Ramadhan adalah wujud yang nyata tentang kemuliaan bulan Sya’ban itu.
Allah SWT menjanjikan di dalam ayat di atas tersebut, bahwa hamba-hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerjakan amal sholeh, selain mendapatkan pahala kelak di akhirat, mereka juga akan diberikan kehidupan yang bahagia di dunia.