A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/Pages.php

Line Number: 56

Backtrace:

File: /var/www/dev.laduni.id/public_html/vendor/smarty/smarty/libs/sysplugins/smarty_internal_errorhandler.php
Line: 106
Function: _error_handler

File: /var/www/dev.laduni.id/public_html/app/modules/pages/controllers/Pages.php
Line: 56
Function: mutingErrorHandler

File: /var/www/dev.laduni.id/public_html/index.php
Line: 334
Function: require_once

Kolom › Laduni - Layanan Digital untuk Nahdliyin NU

Laduni - Layanan Digital untuk Nahdliyin NU

Kolom

 

Islam dan Nasionalisme

Nasionalisme telah mendarah daging dalam diri umat Islam Indonesia, terutama mereka yang itba' (mengikuti) ulama Ahlussunah wal Jamaah...

Ibu Kota Baru, Kebahagiaan Baru

Ibu Kota baru dengan segala responnya telah menjadi narasi populer, baik di tingkat elit maupun di kalangan awam. Narasi optimisme dan pesimisme menjadi dua sayap yang mengepak bergantian, namun justru turut mendorong menuju titik kepastian. Sungguh suatu progresifitas yang patut diapresiasi,

Membincang Kritik Terhadap Haji Berulang-ulang

 Sebentar lagi jamaah haji datang. Biasanya orang-orang pun berziarah meminta doa mereka. Beberapa dari daftar ziarah yang ada di memori saya adalah orang yang sudah haji beberapa kali. Iri sekali pada mereka, semoga kelak bisa dipermudah juga haji berkali-kali. Amin.

Kolom Gus Nadir: Soal Bidadara di Surga

Begitu pertanyaan sejumlah ibu-ibu kepada saya dalam berbagai kesempatan. “Rasanya tidak adil, kalau para lelaki dijanjikan mendapat bidadari di surga, sementara al-Qur’an diam saja soal bidadara untuk kami, kalangan perempuan,” gugat mereka.

Kolom Gus Nadir: Nepotisme dalam Pengangkatan Pejabat di Masa Khilafah Umayyah dan Abbasiyah

- Ketika khalifah pertama Umayyah, Mu’awiyah, berkuasa, beliau mengangkat pejabat sesiapa yang dikehendakinya, tanpa melalui proses seleksi yang ketat sesuai kapasitas pejabat tersebut. Kitab Tarikh at-Thabari melaporkan ketika Sayyidina Hasan meninggalkan Kufah dan kembali ke Madinah sebagai rakyat biasa,