DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak orang rela begadang untuk urusan pekerjaan, hiburan, atau media sosial. Namun tidak banyak yang bersedia mengorbankan sebagian tidurnya untuk berdiri menghadap Allah SWT di keheningan malam.
Bagi kebanyakan manusia, malam adalah waktu untuk beristirahat setelah penat menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun bagi para nabi, wali, ulama, dan orang-orang sholeh, malam justru menjadi saat yang paling indah untuk mendekat kepada Allah SWT.
Bagi kebanyakan manusia, malam adalah waktu untuk beristirahat setelah seharian bekerja dan beraktivitas. Namun bagi para salafus sholeh, malam bukan sekadar waktu tidur. Malam adalah saat yang paling mereka nantikan untuk bermunajat, menangis, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di zaman sekarang, kesuksesan sering diukur dengan jabatan tinggi, kekayaan melimpah, popularitas, atau pencapaian duniawi lainnya. Tidak sedikit wanita yang merasa harus mengejar berbagai standar tersebut agar dianggap berhasil dalam hidup. Padahal Islam mengajarkan ukuran kesuksesan yang jauh lebih tinggi dan lebih abadi daripada sekadar pencapaian dunia.
Islam adalah agama yang mengajarkan penghormatan kepada wanita. Seorang suami diperintahkan untuk menyayangi istrinya, memenuhi hak-haknya, menjaga kehormatannya, dan memperlakukannya dengan penuh kelembutan. Namun, pada saat yang sama, Islam juga mengajarkan adanya tanggung jawab kepemimpinan dalam rumah tangga.
Di antara hadis Rasulullah SAW yang sering disalahpahami adalah hadis yang menyebutkan bahwa wanita memiliki kekurangan dalam akal dan agama. Sebagian orang yang mendengarnya secara sepintas merasa keberatan, bahkan menganggap hadis tersebut merendahkan kaum wanita.
"Keringat Nabi Muhammad dicampur minyak wangi jadi yang terharum sedunia." Habib Jindan menceritakan bagaimana para sahabat menampung keringat Nabi Muhammad SAW dan mencampurnya dengan minyak wangi. Hasilnya adalah minyak wangi yang menjadi paling harum sedunia, menunjukkan keistimewaan Nabi dan menginspirasi untuk mengikuti sunnah memakai wangi-wangian, terutama bagi kita manusia biasa.
"Nabi Muhammad benci bau tak sedap, beliau selalu wangi dan pakai minyak wangi." Habib Jindan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat tidak menyukai bau yang tidak enak. Meskipun Nabi Muhammad secara alami sudah harum, beliau tetap memakai minyak wangi sebagai sunnah untuk mengajarkan umatnya pentingnya menjaga keharuman.
Ada sebuah kisah yang mengisyaratkan bahwa KH. R. As’ad Syamsul Arifin memang bukanlah ulama sembarangan. Kisah itu terjadi pada saat Kiai Mujib (teman KH. As’ad) diajak KH. As’ad menghadiri delapan acara walimah haji yang berada di luar kota.
Islam mengajarkan bahwa iman bukan hanya urusan hati dan lisan, tetapi juga harus tampak dalam sikap dan manfaat kepada sesama. Dalam ceramahnya, Habib Jindan bin Novel menjelaskan bahwa bahkan tindakan sederhana seperti menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari iman.