DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Dengan pikiran jernih, seseorang tidak hanya merasa cukup, tetapi juga mampu melihat berkah di mana-mana. Rezeki pun bukan hanya soal harta, melainkan ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan yang mengikuti pikiran yang bening.
Dalam ceramahnya, Gus Baha memberikan sudut pandang yang sederhana namun mendalam tentang cara melawan maksiat, “kesalahan kita adalah menganggap maksiat itu pasti menyenangkan dan taat itu tidak menyenangkan. Untuk melawan kenikmatan maksiat, orang harus terbiasa menikmati taubat, menikmati kebaikan.”
Prof. Dr. H. A. Fahmy Arief, M.A beliau adalah ulama dan cendekiawan dari Banjarmasin, beliau adalah ulama yang terlibat di Nahdlatul Ulama sejak remaja
Berusaha secara maksimal untuk meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran di Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, usaha ini tercatat dalam sejarah perjalanan Pesantren ini yang dimulai dengan pendirian Madrasah Arabicshe School pada tahun 1941
Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari adalah ujub, yaitu merasa bangga terhadap diri sendiri. Dalam ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa sebenarnya menghilangkan ujub bukanlah hal yang sulit, selama seseorang memahami hakikat takdir Allah.
KH. Muhammad Mansyur adalah salah seorang ulama betawi dan juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Ketika beliau memperjuangkan masyarakat Betawi atas penjajahan yang dilakukan pada masa kolonial. Di samping itu KH. Muhammad Mansyur juga berperan dalam perkembangan keIlmuan, khususnya Ilmu Falak.
Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak anak muda mengalami kebingungan arah hidup. Kegagalan karier, persoalan jodoh, tekanan sosial media, hingga quarter life crisis membuat generasi muda sering kehilangan makna hidup.
Gus Baha menegaskan, inti pembahasan para ulama bukanlah meragukan wahyu, melainkan memahami bahwa Nabi SAW tetap memiliki sisi basyariyah atau kemanusiaan. Hal ini diperkuat oleh banyak hadis sahih yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah lupa dalam urusan tertentu.
Di tengah masyarakat Muslim, Ayat Kursi sering dibaca setelah Shalat, sebelum tidur, bahkan dipasang di rumah dan kendaraan. Namun menurut Gus Baha,