DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Bulan Sya’ban merupakan bulan yang sangat penting dalam kehidupan Muslim di Indonesia. Karena selain menjadi bulan yang dekat dengan Ramadhan dan sebagai bulan persiapan untuk menghadapi puasa di bulan Ramadhan,
Bulan sya'ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dan bulan penuh keagungan, selain itu bulan ini juga dinamakan bulan persiapan psikis dan ruhiyah untuk menyongsong kehadiran bulan Ramadhan
Bulan Sya'ban memiliki banyak hikmah dan keutamaan sebagai berikut. Apa saja itu?
Dalam bahasa Arab, hari itu dimulai dari hari Ahad (kesatu) sampai Sabtu. Tetapi kebiasaan di Indonesia, permulaan hari dimulai dari hari Senin, sebagai awal dari belajar di sekolah formal, sedangkan di pondok pesantren dimulai dari Sabtu, bila liburnya hari Jum'at. Sedangkan di Arab, kegiatan dimulai dari hari Ahad (kesatu) dan biasanya libur Jumat dan Sabtu.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al- ‘Ankabut 29:57)
Syekh Abdur Rahim Al-Asyi merupakan salah satunya ulama kondang Aceh pada zaman dulu yang sangat berperan dalam mengembangkan agama Islam yang aman dan damai di Aceh. Masyarakat sering memanggilnya dengan nama Teungku Chik Awe Geutah.
Pondok pesantren Terpadu Al - Farhan didirikan pada tahun 2002 oleh KH. Holil Abdul Kholik dan Umi Hj. Umi Sumiati SPd, MPd. Pesantren Terpadu-Al - Farhan Kab. Lebak terletak di jalan RangkasBitung-Bogor, KM 34, Kampung Babakan Pedes, Desa Sipayung, Kec. Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.
KH. Moch. Djamhari Ghozali Anwar beliau adalah ulama juga pendekar thariqah dari Ponorogo. KH. Moch. Djamhari Ghozali Anwar adalah pendiri pesantren An Nuur Ponorogo dan pendiri serta guru besar Ikatan Pencak Silat Bunga Islam
Biografi Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A Ulama Nahdlatul Ulama Tangerang Jawa Barat
KH. Ridwan Abdullah tidak memiliki pesantren. Beliau adalah seorang pendakwah dan pengajar yang pindah sari satu tempat ke tempat yang lain. Dari satu desa ke desa yang lain, dari satu kampung ke kampung yang lain.