DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Nabi Muhammad SAW memang pernah melakukan peperangan, mengangkat senjata dan menjadi panglima perang. Namun pihak yang diperangi oleh nabi bukanlah setiap orang yang berbeda agama.
KH. Qosim Bukhori lahir pada tahun 1942 di desa Ganjaran kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang. Qosim kecil yang lahir dan dibesarkan di kalangan keluarga pesantren yang taat dalam menjalankan ajaran Islam menerima pendidikan awal dari abahnya sendiri, yaitu KH Bukhori Ismail. Oleh ayahnya yang mursyid thoriqoh Naqsabandiyah itu, beliau dididik dasar-dasar ilmu agama,
"Orang-orang yang pengasih akan dikasihani (Allah) Yang Maha Pengasih, Maha Suci dan Maha Tinggi. Maka sayangilah orang yang ada di muka bumi, niscaya orang yang ada dilangit (malaikat) akan mengasihimu."
Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Simbangkulon Buaran Pekalongan merupakan Pondok pesantren yang didirikan oleh Al-Maghfurullahu KH. HUDLORI TABRI pada sekitar tahun 1985.
Pondok pesantren Al-Falah berlokasi di desa Jeblog, Talun, Blitar. bermula ketika KH. Muhammad Ardani Ahmad kelahiran Banyuwangi Bersama sang istri yaitu Nyai Hajah Siti zulaihah kelahiran Blitar, keduanya adalah santri pondok pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo Kediri.
Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 adalah pesantren yang didirikan oleh KH. Qosim Bukhori pada tahun 1983 M, yang berada di Desa Putukrejo, tepatnya sekitar 15 Km sebelah Utara dari Kecamatan Gondanglegi.
Mungkin tidak semua pemimpin dapat persis seperti Nabi Muhammad SAW, tetapi setidaknya ada komitmen yang dibangun untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin dengan sebaik-baiknya dengan meneladani karakter nabi.
KH. Achmad Siddiq mengatakan bahwa seruan dan ajakan pemerintah ini patut dipertimbangkan dengan wajar, pikiran jernih, dan keseriusan berdasarkan kaidah agama Islam.
KH. Mashum bin Syamsuddin mungkin tidak begitu familiar di masyarakat luas. Namun Mbah Ma'shum bukan orang sembarangan, beliau merupakan sosok Kyai pertama yang mendirikan cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Mbah Ma'shum merupakan ulama besar kelahiran Desa Tinatah, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.
Sayyid Awwadh adalah seorang ulama yang wawasan ilmunya sangat luas dan dalam, khususnya dalam ilmu Tafsir Al-Qur'an, hadits, fiqih atau syariat juga dalam ilmu Taswwuf. Di samping itu juga seorang ekonom, ahli pertanian, serta negarawan yang ahli strategi.