DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Hidup ini didasarkan pada keyakinan dan bermodalkan pada kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tepat. Keyakinan bagi umat Islam puncaknya pada dua kalimat syahadat. Kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tepat didasarkan pada syariat sebagai aturan pokok. Dalam konteks moment Ramadhan,
Nama lengkapnya adalah KH. Abdul Rasyid Ramli, lahir dari pada tahun 1922 di Kampung Mangga, Tanjung Priok dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama H. Ramli bin H. Sa`inan dan ibunya bernama Hj. Jahariah binti H. Jahari (dikenal dengan nama Guru Ja`ang).
KH. Moh Dhofir Suhaimi, beliau adalah ulama kharismatik dari Trenggalek dan pendiri pesantren Manbaul Huda Trenggalek.
Nama lengkapnya adalah Muhammad Muhibbi bin Hamzawi, lahir di desa Kajen – Margoyoso Pati. pada tanggal 2 Februari 1938, dari pasangan H Hamzawie Amin dan Hj Fathimah Sukarti.
Pesantren Riyadlus Sholihin Gunungpati Semarang Jawa Tengah
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)
KH. Zainuddin MZ beliau adalah dai sejuta umat dengan gayanya yang khas betawi, dakwah beliau mampu diterima dan mudah dicerna
Gus Muwafiq memiliki ciri khas bersuara lantang dan berambut gondrong. Soal rambutnya yang gondrong, dalam salah satu wawancara dengan media, beliau menceritakan bahwa sudah sejak kecil membiarkan rambutnya gondrong.
KH. Ali Maksum adalah putra pertama dari hasil perkawinan KH Ma’shum bin KH. Ahmad Abdul Karim dengan Ny. Hj. Nuriyah binti KH Muhammad Zein Lasem, yang lahir pada tanggal 2 Maret 1915 di desa Soditan Lasem kabupaten Rembang
Selain melakukan dakwah keberbagai tempat, Syaikhona mendirikan Pondok Pesantren Al-Barkah pada tahun 1963. Bertujuan untuk lebih dapat melayani umat serta membantu para pelajar dan mahasiswa yang datang ke Cianjur untuk mencari ilmu.