DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa atau lebih dikenal dengan Mundzir Al-Musawa atau Munzir lahir pada 23 Februari 1973 di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Sepulang dari Madinah, setumpuk kegiatan telah menanti Kiai muda yang berwawasan luas ini. Sontak, beliau sibuk membina pengajian di kampung kampung. Salah satunya, mengasuh pengajian di Gang Paneli Talangsari Jember. Di tengah kesibukan mengasuh beberapa pengajian, beliau juga tengah mempersiapkan embrio pesantrennya, Darus Sholah.
Tuan Guru Haji (TGH) Muchammad Soleh Hambali atau yang kerap disapa dengan panggilan akrab Tuan Guru Bengkel lahir pada waktu Isya’, hari Jum‘at, pada tanggal 7 Ramadhan 1313 H, bertepatan dengan tanggal 21 Februari 1896 M di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Sejak kecil, KH. Dr. Ahsin Sakho Muhammad., M.A telah menunjukkan bakatnya dalam ilmu-ilmu Al-Qur'an. Ketika masih duduk di kelas IV SD dan belum lagi dikhitan, beliau telah hafal tiga juz Al-Qur'an, yakni juz 28, 29, dan 30.
Pondok Pesantren Fathul Hidayah Pangean terletak di desa Pangean Kecamatan Maduran ±38 Km dari pusat ibukota Kabupaten Lamongan.
“Tarawih itu sunnah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu adalah hal yang paling utama," sambung Gus Baha.
Yayasan Perguruan Islam el-Nur el-Kasysyaf (YAPINK) yang berdiri kokoh di tepi Jln. Sultan Hasanuddin Tambun Selatan Bekasi merupakan salah satu pesantren tertua yang ada di daerah Bekasi.
Bagi mereka yang menyambutnya dengan iman, harap, dan kesungguhan, Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, melainkan gerbang menuju ampunan, pembebasan, dan kedekatan dengan Allah.
Bulan Ramadhan adalah musim rahmat Ilahi yang menghadirkan ampunan, penghapusan dosa, keridhoan, dan penerimaan amal. Artinya, momentum ini lebih dari sekadar ritual tahunan.
Para ulama Nusantara terdahulu dengan bijaksana mengadaptasi ajaran Islam dalam budaya setempat tanpa menghilangkan esensinya. Penggunaan istilah “poso” yang berasal dari “upawasa” adalah salah satu contoh bagaimana Islam masuk ke Nusantara dengan pendekatan kultural yang harmonis.