DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Mbah Kyai Sholeh Darat dalam Lathoifut Thoharoh Wa Asrorus Sholah meriwayatkan:
Saat Syekh Izzuddin bin Abdussalam datang di Kairo, Syeikhul Madrasah al-Kamiliyah al-Hafizh al-Mundziri [penulis al-Targhib wat Tarhib] enggan berfatwa. Bagi beliau, setelah adanya Sulthanul Ulama maka otoritas fatwa langsung pindah ke tangannya.
Rezeki memang telah diatur oleh Allah SWT, namun sebagai manusia perlu berikhtiar menjemputnya. Dalam perjalanan, terkadang kita dihadapkan oleh beragam rintangan, kendala ketika berikhtiar mencari rezeki
“Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”
Laduni.ID Jakarta - Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali atau yang lebih akrab disebut al-Ghazali adalah jenius raksasa yang hidup pada abad kelima hijriyah. Reputasinya sebagai tokoh papan atas dalam wacana islamic studies bahkan pernah membuat “iri” gurunya sendiri, Abu al-Ma’aaly al-Juwaini, Imam al-Haramain
Seorang teman bertanya: “apakah hal tersebut juga terjadi dalam komunitas muslim?” Dengan redaksi lain: “Apakah semua orang yang beragama Islam juga berkeyakinan dan bertingkah laku sama atau berbeda-beda?”
Kiai Maemon Zubair pernah bercerita, bahwa Kiai Abdul Karim, pendiri dan pengasuh pertama pesantren Lirboyo Kediri, memiliki dua menantu adalan. Pertama, adalah Kiai Marzuqi Dahlan, kedua, adalah Kiai Mahrus Aly.
Ada sebuah kisah yang bisa kita renungkan bersama, agar kita dapat terus berjuang dan pantang menyerah, dan menyerahkan segala keputusan kita kepada Allah SWT. Ini merupakan kisah seekor kuda malang yang berhasil keluar dari keterpurukan.
Allah menunjukkan karomah kewalian seseorang hanya untuk orang-orang yang Dia kehendaki, Allah juga yang menganugerahkan hidayah rasa cinta dan keyakinan kewaliannya kepada orang-orang yang Dia kehendaki.
Di dalam manakibnya disebutkan bahwa Mbah Usman sangat mencintai Rasulullah hingga anak cucu Rasulullah pun ia cintai, tak peduli apakah dzuriah Rasul tersebut alim ataupun tidak, tua ataupun muda. Seringkali Mbah Usman mewanti-wanti keluarga dan santri-santrinya agar mencintai anak cucu Rasulullah tanpa membeda bedakan.