DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Laduni.ID Jakarta - Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al Ghozali adalah sosok besar yang sangat masyhur akan kealimannya pada banyak bidang keilmuan, misal tauhid, fiqh, ushul fiqh, ahlaq, tasawwuf dan ilmu-ilmu lainnya.
Laduni.ID Jakarta - Abu Dzar al-Ghifâry--salah seorang sahabat utama Rasulullah Saw (w 32 H)-berkata: “Kekasihku Rasulullah Saw berwasiat kepadaku tujuh perkara penting:
Laduni.ID Jakarta - Al-Imam Syamsuddin adz-Dzhabi—seorang ‘alim al-hâfizh muhaddits mu`arrikh ternama yang berasal dari negeri Damaskus dan pernah belajar ke Mesir (w 748 H)—berkata:
Laduni.ID Jakarta - Imam Sufyan ats-Tsaury-- seorang ‘alim, faqih, imam hadits dan zahid ternama dari kalangan tabi’ tabi’in dari negeri Kufah, Irak (w 161 H)- berkata: “Suatu hari Imam Ja’far bin Muhammad menasehatiku:
Laduni.ID Jakarta - Imam Ali bin Abi Thalib, seorang sahabat utama sekaligus sepupu Baginda Rasulullah Saw, pernah berpesan tujuh pilar utama untuk meraih hidup bahagia (qawa’id as-sa’adah as-sab’). Ketujuh pilar utama dimaksud adalah:
Ada sebuah kisah tentang seorang sufi sederhana bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tinggal di sebuah kampung terpencil, dalam sebuah gubuk kecil bersama istri dan anak-anaknya. Akan tetapi, semua anaknya berpikiran cerdas dan berpendidikan.
Ya begitulah memang. Banyak manusia terperangkap dalam siklus dan sirkuit kemelut duniawi. Hari-harinya dilalui dengan perbincangan di sekitar bagaimana cara memperoleh uang banyak, menduduki posisi jabatan yang potensial menghasilkan uang dan terhormat, atau berebut kenikmatan seksual.
Tapi apa menariknya kalau imbalannya tak jelas? kata "pokoknya istimewa" tak cukup untuk membuat orang tertarik. Sebab itu, ada gambaran yang "lebih nyata" untuk melukiskan enaknya hidup di surga meskipun ini hanya gambaran saja. Istilah dan nama yang sama bukan berarti wujudnya sama dengan yang kita kenal di dunia.
Media sosial hadir sebagai budaya baru yang langsung dapat diterima oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sayangnya, hadirnya budaya ini seperti pedang bermata dua, di satu sisi media sosial dapat memberikan informasi yang cepat, di sisi lain memiliki dampak negatif yang begitu besar kepada masyarakat Indonesia.