DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Saya menuliskan sedikit biografi Kyai As’ad ini, tidak lain didasari mahabbah saya kepada kyai yang menjadi penghubung antara Syaikhona Kholil dengan Hadrotussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam pendirian Nahdlatul Ulama ini.
“Tidaklah seorang Mukmin tertimpa duri atau yang lebih darinya, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya karenanya.” (HR. Muslim)
Kini, hampir seabad kemudian, Sumatra kembali berduka. Bukan karena gempa, tapi karena banjir bandang yang menggenangi rumah, jalan, dan kehidupan. Saat kita melihat gambar-gambar air bah yang membanjiri permukiman, mungkin kita bertanya, apa yang bisa kita pelajari dari sejarah?
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerbitkan Buku Saku “Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana” yang dapat diunduh secara gratis.
Anggada adalah salah satu tokoh wayang yang berwujud kera berbulu merah. Dia anak tunggal Resi Subali, raja kera dari Kerajaan Guwakiskenda, sedangkan ibunya seorang bidadari ‘bernama Dewi Tara. itulah sebabnya, ia juga disebut Subaliputra atau Subalisuta.
Krisis lingkungan yang kian hari semakin memburuk keadaannya, tidaklah mampu di atasi hanya dengan teknologi dan sains bahkan hukum sekuler. Dari sinilah pada dasarnya manusia membutuhkan peran yang sangat berpengaruh, yaitu menggunakan agama dalam mengatasi hal tersebut.
Dalam konteks inilah kemaslahatan tidak lagi berdiri untuk kepentingan individu semata, tetapi juga merangkul kepentingan kelompok, lembaga, dan pihak-pihak yang mengelola hajat hidup masyarakat banyak.
Di negeri kita yang dilingkari cincin api, bencana alam bukanlah peristiwa asing. Gempa bumi, banjir bandang, longsor, hingga ombak besar kerap datang menyapa tanpa diduga.
Abimanyu adalah putra kesayangan dari Arjuna, penengah dari Pandawa dan cucu Prabu Pandudewanata, raja Negeri Astina. Ibunya bernama Dewi Subadra dalam pewayangan lebih dikenal dengan sebutan Dewi Wara Sembadra, putri Prabu Basudewa raja negeri Matura/Madura/ Mandura dengan Dewi Dewaki.