DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Akhir-akhir ini saya sering sekali memikirkan sesuatu sampai membuat saya tidak bisa tidur. Akibatnya pada pagi harinya saya mengantuk dan tidak bersemangat dalam beraktivitas.
Saya malu dengan masa lalu saya terutama saya malu kepada guru dan orang tua saya. Saya merasa sangat bersalah, yang ada di pikiran saya telah mengecewakan orang tua dan guru saya. Apa yang harus saya lakukan, Pak?
Selama ini saya tidak menceritakan kepada siapa-siapa karena saya menghargai suami saya. Di sisi lain, saya merasa suami saya sangat mencintai saya. Saya mohon bantuannya, Pak agar bisa mengatasi masalah ini.
Awalnya saya sangat bersemangat kuliah karena saya memang berminat di jurusan Teknik Sipil apalagi di PTN Favorit. Namun, akhir-akhir ini saya merasa hilang semangat, saya menghindari tugas, cenderung melambat- lambatkan tugas, dan sepertinya tidak ada motivasi dari dalam diri saya.
Kami ingin bertanya, itu kenapa ya, Pak? Dan apa yang harus kami lakukan untuk mengatasinya? Terima kasih banyak atas jawabannya, Pak.
Saya ingin mengajarkan tata karma kepada anak saya nih, Pak. Kira-kira saya harus mulai dari mana ya, Pak? Bagaimana caranya? Apakah ada contoh-contoh sederhana yang bisa saya ajarkan ke anak? Mungkin itu aja, Pak.
Kami bingung menghadapinya Pak. Saya ga tau, apakah ada pengaruh pola asuhnya di masa kecil dulu ya?
Saya bingung di usia yang hampir 40 tahun ini saya masih mencari-cari jenis pekerjaan yang cocok. Saya kadang juga ikutan bantu istri jualan via online. Apa yang harus saya lakukan, Pak? Mohon sarannya
Saya sudah berusaha introspeksi mengenai penyebab saya sering putus cinta. Saya pun menyadari permasalahannya adalah pada diri saya yang tidak bisa memahami pasangan dengan baik sehingga memicu pertengkaran di antara kami.
Saya merasa baik-baik saja selama kuliah, namun saya agak tertekan dengan sikap orang tua. Orang tua saya selalu menanyakan progres kuliah saya dan selalu memantau saya. Saya merasa terganggu karena orang tua seperti tidak mengenal waktu mengingatkan saya untuk belajar, bahkan di hari libur sekalipun