Mengamalkan Al-Qur’an dan Hadis Tanpa Mau Bermadzab

 
Mengamalkan Al-Qur’an dan Hadis Tanpa Mau Bermadzab

Menjalankan Apa yang Tersebut dalam al-Qur’an dan Hadits, Tanpa Mazhab

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya orang yang menjalankan apa yang tersebut dalam al-Qur’an dan hadits menurut arti yang tidak sebenarnya, sehingga bertentangan dengan empat Mazhab?.

Jawab :

Orang itu tidak benar, sesat dan menyesatkan, sebagaimana putusan Muktamar ke 11 nomor 191.

Keterangan, dari kitab:

  1. Tanwir al-Qulub [1]

وَمَنْ لَمْ يُقَلِّدْ وَاحِدًا مِنْهُمْ وَقَالَ أَنَا أَعْمَلُ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ مُدَّعِيًا فَهْمَ اْلأَحْكَامِ مِنْهُمَا فَلاَ يُسْلَمُ لَهُ بَلْ هُوَ مُخْطِئٌ ضَالٌّ مُضِلٌّ سِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ عَمَّ فِيْهِ الْفِسْقُ وَكَثُرَتْ فِيْهِ الدَّعْوَى الْبَاطِلَةُ  لِأَنَّهُ اسْتَظْهَرَ عَلَى أَئِمَّةِ الدِّيْنِ وَهُوَ دُوْنَهُمْ فِي الْعِلْمِ وَالْعَدَالَةِ وَاْلإِطِّلاَعِ.

Dan barangsiapa yang tidak mengikuti salah satu dari mereka (imam-imam mazhab) dan berkata: “Saya beramal berdasarkan al-Qur’an dan hadits”, dan mengaku telah mampu memahami hukum-hukum al-Qur’an dan hadits, maka orang tersebut tidak bisa diterima, bahkan termasuk orang yang bersalah, sesat dan menyesatkan, terutama pada masa sekarang ini dimana kefasikan merajalela dan banyak tersebar dakwah-dakwah yang salah, karena ia ingin mengungguli para pemimpin agama padahal ia di bawah mereka dalam ilmu, amal, keadilan dan analisis.

[1] Muhammad Amin al-Kurdi Al-Irbili, Tanwir al-Qulub fi Mu’ammalah ‘Allam al-Ghuyub, (Beirut: Dar al-Fikr, 1414 H/1994 M). 75.

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 203 KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-12 Di Malang Pada Tanggal 12 Rabiul Tsani 1356 H. / 25 Maret 1937 M.