06 Oct 2017 ยท 3.770 dibaca · Wakaf
Pertanyaan :
Apakah boleh memperdagangkan barang wakaf?.
Jawab :
Kalau yang dimaksud barang wakaf itu barang hasil dari wakaf untuk mesjid yang lebih dari kebutuhan mesjid, maka hukumnya menurut fatwa sebagian ulama akhir adalah boleh (tidak dilarang) diperdagangkan. Kalau tidak demikian, artinya mauquf ‘alaih bukan mesjid, atau tidak lebih dari kebutuhan mauquf ‘alaih maka haram diperdagangkan.
Keterangan, dari kitab:
Hasyiyah Umairah [1]
(ููุฑูุนู) ููุถููู ู ููู ุงูููููููู ุดูููุกู ูููู ููุฌูููุฒู ุงููุฅูุชููุฌูุงุฑู ูููููู ุฃูููุชูู ุงููู ูุชูุฃูุฎููุฑููููู ุจูุงููุฌูููุงุฒู ุฅููู ููุงูู ููููู ูุณูุฌูุฏู ููุฅููุงูู ูููุงู .
Bila ada sejumlah harta wakaf tersisa, apakah boleh memperjualbelikannya? Para ulama mutaakhkhirun berfatwa dengan memperbolehkannya, bila sejumlah harta wakaf itu milik masjid. Bila bukan, maka tidak boleh.
[1] Syihabuddin Ahmad al-Barlisy/Umairah, Hasyiyah Qulyubi-Umairah, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1375 H/1956 M), Juz III, h. 110.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+