04 Sep 2018 · 4.081 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Tak banyak literatur tentang negeri Idi yang kini menjadi pusat ibu kota Kabupaten Aceh Timur. Tulisan H. M. Zainuddin dalam Tarich Aceh dan Nusantara sedikit memberi jawaban. Sebab negeri Idi di zaman purbakala sangat gelap. Pada masa dahulu, kemungkinan Idi bagian dari daerah Kerajaan Peureulak. Penghuni kawasan Idi tempo dulu hanya kaum nelayan saja.
Kemudian dalam buku, Singa Atjeh, yang juga karya H. M. Zainuddin (1957) disebutkan bahwa nama Idi bermula dari kata “Ma Ie Dhiet” yang kemudian dalam perlembagannya tinggal disebut Idi saja.
Selain itu kata H. M. Zainuddin, dalam riwayat perjalanan Marco Polo dalam abad XIII antara negeri Peureulak dan Pasai, terdapat satu bandar yang bernama Basma. Tetapi tidak diketahui yang mana negeri itu sekarang.
Setelah dibuka bandar Pulau Pinang oleh Raffles dalam abad XIX, kira-kira sejak tahun 1805, Idi jadi ramai karena kedudukan Kuala Idi di selat Melaka setingka
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+