Riwayat Hidup Tuan Faqih Jalaluddin

 
Riwayat Hidup Tuan Faqih Jalaluddin

Daftar Isi Profil Tuan Faqih Jalaluddin

  1. Kelahiran
  2. Nasab
  3. Wafat
  4. Keluarga
  5. Pendidikan

Kelahiran

Kiagus Faqih Jalaluddin dilahirkan di Surabaya. Setelah cukup dewasa beliau bersama ayah dan keluarganya ke Palembang. Sepanjang hidupnya, Faqih Jalaluddin tinggal di dalam lingkungan istana Keraton Sultan Muhammad Mansur.

Nasab

Kiagus Faqih Jalaluddin bin Mas Raden Kamaluddin bin Mas Raden Fadhil bin Pangeran Panembahan Muhammad Mansur bin Kiai Gusti Dewa Agung Krama bin Sunan Kertasari bin Sunan Lembayun bin Sunan Krama Dewa bin Sembahan Dewa Agung Fadhil bin Sembahan Dewa Agung Koharuddin bin Sembahan Sayid Jamaluddin Agung bin Sayid Ahmad bin Abdullah Khan bin Amir Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad Shahib Marbat, dan seterusnya jika dirunut nasabnya sampai kepada Rasulullah Saw.

Wafat

Faqih Jalaluddin wafat pada hari Selasa, 20 Jumadil Awal 1161 H atau 18 Mei 1748, pukul 9 pagi. Jenazahnya dimakamkan di gubah Talang Suro Palembang. Atas pengabdian dan jasa-jasanya, namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan yang melintas di Kampung 19 ilir di lingkungan Masjid Agung (dulu jalan Guru-guru).

Keluarga

Faqih Jalaluddin melepas masa lajangnya dengan mempersunting seorang gadis Palembang, yaitu saudara perempuan dari Syekh Datuk Muhammad Akib bin Kgs. Hasanuddin. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 5 anak. Putra-putri beliau diantaranya:

  1. Kgs.H. Imron Chotib.
  2. Kgs. Syamsuddin, yang mempunyai anak Syekh Kgs. M. Zen dan menjadi menantu Syekh Abdus Somad al-Palembani.
  3. Nyayu Sopiah.
  4. Kgs. Mas'ud.
  5. Nyayu Bania.

Pendidikan

Semasa kecilnya Faqih Jalaluddin mendapat dasar-dasar pendidikan agamanya dari ayahnya sendiri, kemudian berguru pula kepadaulama-ulama besar dan para sunan waktu itu. Bidang spesialisasinya adalah ilmu Fiqih dan Ushuluddin, oleh karena itu ia disebut dengan panggilan Faqih (ahli fiqih).

Dengan keahliannya ini, ia diangkat oleh Sultan Palembang menjadi mufti dan penasehat spiritual kesultanan. Di istana ia mengajar fiqih, ushuluddin dan al-Qur'an.